manusia hanya bisa berusaha, dan Allah lah yang menentukan

ya allah tuhanku

khusni mutamakin

kehidupan di dunia hanya sementara

khusni mutamakin

Sabtu, 25 Desember 2010

pesan pesan KH. Dachlan Salim Zarkasyi

NAWAITU DAN VISI MISI QIRAATI

* Qiraati bukan hasil fikiran manusia, Qiraati bukan karangan saya, Qiraati adalah inayah dan hidayah minallah.
* Saya duduk, saya kelihatan tulisan. Jadi kalau ditanya, “mengapa pelajaran ikhfa di jilid 4, sedangkan idhar di jilid 6,?” jawabannya, “Tidak tahu, saya tidak ikut ngarang.”
* Saya tidak jual buku, saya ingin anak-anak nanti ngajinya benar. Kalau saya jual buku, buat apa repot repot membentuk Kooordinator, titipkan saja ke toko-toko buku, selesai.
* Saya tidak pingin yang pakai Qiraati banyak. Saya pingin anak yang ngaji pakai Qiraati, ngajinya benar.
* Qiraati tidak disebar-sebarkan, saya tidak pernah menyebarkan Qiraati. Qiraati menyebar minallah.

METODOLOGI

* Kegagalan mengajar tempo dulu sebabnya ialah, terlalu toleransi pada anak-anak. Pelajaran belum bisa dan anaknya minta tambah, ditambah. Satu halaman, dua halaman belum masalah, setelah halaman 15 pelajaran tidak bisa diteruskan dan disuruh kembali ke halaman pertama, tidak mau. Akhirnya, karena merasa tidak berhasil, ngajinya pindah.
* Insya Allah setelah TK al-Quran berdiri, dua tahun sudah hataman. Di sini (Semarang) santri 90, setelah 2 tahun, khatam 20 santri ( + 20 %).
* Tidak ada murid yang bodoh. Kalau ada yang bodoh, paling dalam 100 ada 1 atau 2 murid saja.
* Kalau ada guru yang mengatakan, “Murid saya bodoh-bodoh.” “Apa bukan gurunya,” tanya beliau.
* Dan kalau ada anak yang bodoh seperti itu, maka cara yang tepat ialah gurunya sowan ke rumah orang tuanya agar orang tuanya sabar.
* Qiraati tidak ke mana-mana tetapi ada di mana-mana. Semua yang lulus tashih boleh mengajarkan Qiraati (yang belum lulus tashih walaupun teman atau saudara tidak boleh mengajar Qiraati).

UJIAN SANTRI, KHATAMAN, DAN IMTIHAN

* Khatam Qiraati jilid 6 adalah khatam Tingkat Persiapan, insya Allah sudah bisa baca al Quran dengan tartil (belum khatam).
* Kalau dulu santri ngaji sampai با لناس dikhatami, sekarang di TK al Quran sampai dengan با لناس baca al Qurannya diulangi الم lagi, belum dikhatami sampai gharib dan ilmu tajwid khatam.
* Khatam TK al Quran, khatam al Qurannya bisa 2 kali, 3 kali, atau sampai 5 kali.
* Khataman ini adalah khataman untuk pendidikan, dan ini lebih cocok (karena model tadarus ini lebih efektif dibandingkan dengan model tallqi).
* Saya diundang khataman di Kudus, bacaan gharibnya bagus tapi baca al Qurannya tidak tartil.
* Baca ان طهرا gharibnya benar, tapi an tha “salah” tidak dengung. Saya sampaikan kepada Kepala TK al Qurannya bahwa, “anak-anak belum boleh dikhatami, masih jilid 3.”
* Khataman jangan diganti dengan wisuda
* Khataman tidak harus meriah (mewah), pernah di sini (Semarang), khataman cukup dengan mengeluarkan minuman the dan kantong plastik, sedangkan isinya dari (sumbangan) wali murid.
* Kalau akan mengadakan khataman, wali murid yang dikahtami diajak rapat, mau khataman di gedung atau di sini (TPQ), terserah wali murid.

KRITIK DAN SARAN KH. DAHLAN SALIM ZARKASYI

* Saya tidak pernah dengar guru al Quran mengatakan, “al hamdulillah saya telah dijadikan Allah sebagai guru al Quran, padahal, خيركم من تعلم القرأن و علمه
* Berapa nilai pahala خيركم ?
* Yang sering saya dengarkan guru mengeluhkan santrinya dan pengurusnya, (orang bersyukur tidak suka mengeluh).
* Guru al Quran harus sering tadarus al Quran.
* Guru al Quran harus ikhlas.
* Saya kira tidak ada guru al Quran yang ingin cari sesuatu (nafkah dalam mengajar al Quran).
* Kalau ada orang memberi sesuatu pada kita, maka cepat-cepat doakan semoga rizkinya barokah.
* Guru al Quran supaya hati-hati dalam mengajarkan al Quran.

PESAN-PESAN LAIN

* Guru ngaji harus sabar dan ikhlas
* Guru ngaji harus sering tahajjud
* Guru ngaji harus sering tadarus al Quran
* Qiraati tidak boleh dinyok-nyoke (ditawar-tawarkan).

Qiraati hanya diberikan kepada yang mau, jangan diberikan kepada yang tidak mau. Waktu itu Bunyamin bertanya maksudnya.

“Mereka yang mau adalah yang mau mengikuti aturan main yang telah saya tetapkan. Mereka yang tidak mau adalah mereka yang tidak mengikuti aturan mainnya, sak karepe dewe, walaupun mereka telah memakai Qiraati cukup lama,” jawab Ayah

Senin, 22 November 2010

antara ada dan dikira tak ada

semua ini pasti ada skenarionya, yaitu allah swt, kita sebagai umat yang membutuhkan belas kasihan Nya, kita belajar tidak harus dengan apa apa yang terlihat tapi kita juga bisa belajar melalui cara yang tidak terlihat baik belajar dengan sendirinya ataupun dengan yang dipujanya

Sabtu, 06 November 2010

doa sebelum membaca alquran

الدُّعَاءُ يُقْرَأُ قَبْلَ تَعْلِيْمِ الْقُرْآنِ
كَلاَمٌ قَدِيْمٌ لاََّ يُمَلُّ سَمَاعُهُ
تَنَزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَّفِعْلٍ وَّنِيَّةٍ
بِهِ أَشْتَفِيْ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَّنُوْرُهُ
دَلِيْلٌ لِّقَلْبِيْ عِنْدَ جَهْلِيْ وَحَيْرَتِيْ
فَيَا رَبِّ مَتِّعْنِيْ بِسِرِّ حُرُوْفِهِ
وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِيْ وَسَمْعِيْ وَمُقْلَتِيْ
وَسَهِّلْ عَلَيَّ حِفْظَهُ ثُمَّ دَرْسَهُ
بِجَاهِ النَّبِيِّ وَاْلآلِ ثُمَّ الصَّحَابَةِ

silsilah guru alquran

كياهي حاج حميد عيد الدّين ابن كياهي حاج هاشم ابن كياهي حاج جمهاري ابن كياهي حاج يحيي محمد أرواني الشّيخ منور الشّيخ يوسف الدّمياطي
الشّيخ سعيد عنتر الإمام أحمد الحاروني الإمام محمّد أبوالعزّ الدّمياطي
الإمام الشّيخ عبد الله لوط الشّيخ أيّوب لوط الشّيخ عبده النّقاس الشّيخ عبده الفوّال
الشّيخ محمّد طل الإمام محمّد الحمصاني الشّيخ أحمد الأسقاطي
الشّيخ حسن العوادلي الشّيخ أحمد ابن عبد الرّحمن الشّيخ عبد الرّحمن الشّافعيّ
الشّيخ أحمد ابن عمر الشّيخ عبد الكريم والشّيخ على الميهي الشّيخ إسماعيل
الشّيخ على الرّمكي الشّيخ محمّد البقري الشّيخ عبد الرّحمن اليمني
الشّيخ عبد الحق السّنباطي الشّيخ شحاذة اليمني ناصر الدّين الطّبلاوي
الشّيخ محمد ابن جعفر الشّيخ أحمد المسيري محمّد ابن الجزري
أبو عبد الله محمّد ابن أحمد الشّيخ أبو جعفر أحمد ابن يوسف
الشّيخ أبو الحسن القيجاطي على ابن عمر الحسين القاضي ابن أبي الأحوص
أبو داوود الشّيخ سليمان ابن نجاح عثمان أبو عمرو الدّاني
أبو الحسن طاهر الحلبي أحمد ابن سهل أبي العبّاس أحمد الأشناني
عبيد ابن الصّباح حفص ابن سليمان عاصم ابن أبي النّجود
عبد الله أبي عبد الرّحمن السّلمي عثمان ابن عفّان أبيّ ابن كعب
مُحَمَّدٍ صَلَّّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّّمَ
جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
اللهِ جَلَّّ جَلاَلُهُ
الْفَاتِحَةُ

Selasa, 02 November 2010

*Lebih tepat membaca huruf arab nya



“Ashbahnaa wa ashbahal mulku Lillahi walhamdu Lillahi Laa Syarii kalah Laa ilaaha illa huwa
Wa illaihin nusyur”

“Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik Allah, Segala puji bagi Allah, tiada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan melainkan Dia dan kepada-Nya tempat kembali”

Nb: Jika bacanya sore hari di ubah redaksi nya menjadi
“Amsaina wa amsal mulku………” (selanjutnya bacaan nya sama dengan yang di atas)




“Ashbahnaa ‘ala fithrotil Islam wa kalimatil ikhlash wa ‘ala diini nabiyinaa Muhammadin shollawllahu ‘alaihi wasalam wa ‘ala millati abiinaa Ibroohima haniifan wa maa kana minal musyrikiin “

“Kami berpagi hari di atas fitrah Islam, di atas kalimat ikhas, di atas agama nabi kami: Muhammad saw, dan di atas millah (agama) bapak kami : Ibrahim yang hanif. Dan ia bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.

Nb: Jika bacanya sore hari di ubah redaksi nya menjadi
“Amsaina ’ala fithratil Islam…..”



“Allahumma innii ashbahtu minka , fii ni’matin wa‘aa fiyatin wa sitrin fa A timma ‘alaiya ni’mataka wa‘aa fiyataka wasitroka fiddunyaa wal aakhirah.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berpagi hari dari-Mu dalam kenikmatan, kesehatan dan perlindungan. Maka sempurnakanlah bagiku kenikmatan, kesehatan dan perlindunga-Mu di dunia dan akhirat. “

Nb: Jika bacanya sore hari di ubah redaksi nya menjadi
“Allahumma inni amsaitu minka…”




“Allahumma maa ashbaha bii min ni’matin awbiahadin min kholqika faminka wahdaka laa
syarikalaka falakal hamdu walakasyukru”

“Ya Allah, segala kenikmatan yang berpagi hari (terjadi) bersamaku atau bersama salah seorang dari makhluk-Mu, adalah dari-Mu semata; tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur”

Nb: Jika bacanya sore hari di ubah redaksi nya menjadi
“Allahumma maa am sabii…”





Yaa robbi lakal hamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa’adhziimi sulthonik

Ya Robbi, bagi-Mu segala puji sebaimana seyogyanya bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasan-Mu





Rodhii tu billahi robba wa bil islamidiina wa bi Muhammadin nabiyaw warosuula

“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, Muhammad sebagai Nabi dan Rasul”



Subhaanallahi wa bihamdihi ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midadaa kalimaatihi

Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya sejumlah makhluk-Nya, serela diri-Nya, seberat arsy-Nya dan sebanyak tinta (bagi) kalimah Nya.



Bismillahil ladzii laa ya dhurru ma’asmihi syaiun fiil ar dhi walaa fisamaa I wa huwas samii’ul
‘aliim

“Dengan nama Allah, yang bersama namaNya tidak akan membahayakan sesuatupun yang ada di bumi dan langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi maha Mengetahui





Allahumma inna na’uzdu bika min an nusyrika bika syai an na’lamuhu wa nastaqfiruka lima laa
na’lamuh

“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui, dan kamu mohon ampun kepada-Mu untuk sesuatu yang tidak kami ketahui”



A’udzu bika limaatil llahit tammaa ti min syarri maa kholaq

Aku berlindung dengan kalimat Allah yang maha sempurna dari kejahatan (makhluk) yang ia ciptakan.



Allahumma inni a’uudzu bika minal hammi wal hazan wa a’uzuu bika minal ‘ajzi wal kasal wa
‘auuzu bika minal jubni wal bukhl wa a’uzuu bika min gholabati daini wa kohrirrijal

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari beban hutang dan kesewenang-wenangan orang lain.





Allahumma ‘aafinii fii badanii, Allahumma ‘aafinii fii sam’ii, Allahumma ‘aa finii fii bashorii

Ya Allah, sehatkanlah badanku; ya Allah sehatkanlah pendengaranku; ya Allah sehatkalah pengelihatanku


Allahumma innii ‘auudzu bika minal kufri wal faqr, Allahumma inni ‘auudzu bika min ‘adzabil qobri, laa ilaaha illa anta

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran ; ya Alah aku berlindung kepda-Mu dari azab kubur. Tiada Tuhan kecuali Engkau.





Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta kholaqtanii wa a naa ‘abduka wa a naa ‘alaa ‘ahdika wa
wa’dika maastatho’tu a’udzubika min syarrimaa shona’tu abuu u laka bini’matika ‘alaiya wa a buu u bizanbii faagfirlii fainnahu laa yaghfiru dzunuuba illa anta

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui banyaknya nikmat-Mu (yang Engkau anugrahkan) kepadaku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa kecuali Engkau.





Astagfirullahal ladzii laa ilaaha illa huwal haiyul qoiyuum wa atuu bu ilaih

Aku mohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan kecuali Dia, yang Maha Hidup Kekal dan senantiasa mengurus (mahluk-Nya) dan Kepada_nya aku bertaubat.





Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya , sebagimana Engkau
berikan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berikanlah barakah kepada Muhammad dan

keluarganya sebagaimana telah Engkau berikan kepada Ibrahim dan keluarganya, di alam ini. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha mulia.







Subhaanallah wal hamdu lillahi wa laa ilaa ha illallahu waw llahu akbar

Maha suci Allah, segala puji pagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Mahabesar.





Tiada Tuhan melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.





Mahasuci Engaku, ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan
Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.


















Ya Allah, Berikanlah shalawat kepada nabi Muhammad sebagai; hamba-Mu, nabi-Mu, dan rasul-Mu; nabi yang ummi. Juga kepada keluarga dan para sahabatnya serta berikanlah keselamatan sebanyak yang terjangkau oleh ilmu-Mu; yang tergores oleh pena-Mu; dan terangkum oleh kitab-Mu. Ridhailah ya Allah, para pemimpin kami: Abu bakar, Umar, Ustman dan Ali, semua sahabat, semua tabi’in dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka sampai hari pembalasan. Mahasuci Tuhan-Mu; Tuhan kemuliaan, dari apa-apa yang mereka sifatkan. Dan keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Sabtu, 02 Oktober 2010

kenakalan manusia

Dilihat dari penciptaannya mansia memang selalu ingin kesenangan tanpa kesengsaraan yang seharusnya menjadi keadaan yang pastinya harus dirasakan di dunia ini

kenakalan manusia

Dilihat dari penciptaannya mansia memang selalu ingin kesenangan tanpa kesengsaraan yang seharusnya menjadi keadaan yang pastinya harus dirasakan di dunia ini